The Day
Senja pada hari sabtu itu adalah sesuatu yang paling dinantikan oleh Jevan. Hari dimana ia akan kembali dipertemukan oleh kakak kandungnya yang kini kembali setelah sekian lama menempuh pendidikan di luar negeri.
Jevan telah mempersiapkan segalanya. Mulai dari menata barang-barang di rumah; dengan bantuan ibunya, menyiapkan makanan spesial untuk kakaknya, dan yang pasti ia menantikan oleh-oleh apa yang akan diberikan sang kakak untuknya. Jevan makin tak sabar!
Lalu, ketika bunyi krasak-krusuk ban mobil yang bergesekan dengan bebatuan mulai terdengar, ia langsung melongokkan kepalanya ke jendela ruang tamu. Di depan sana ada taksi berwarna biru yang sedang menurunkan penumpang, dan penumpang itu adalah kakaknya.
"Ayah! Bunda! Abang udah sampe!!"Teriak Jevan semangat. Ia segera membuka pintu lalu menuju gerbang untuk segera membukanya.
"Abang! Abang pulang juga!!!"
Segera saja ia peluk kakak kesayangannya tersebut. Bahkan kakaknya itu belum selesai menurunkan barang-barangnya yang ada di bagasi taksi.
Sopir taksi pun turun untuk membantu penumpangnya menurunkan barang bawaan.
"Abang, abang gimana kabarnya bang?!"
"Alhamdulillah abang sehat walafiat, Ayah? Bunda?" Tanya Jeffry; kakak dari Jevan ketika melihat kedua orangtuanya ada di halaman rumah.
"Alhamdulillah kamu pulang juga, nak"
"Maaf ya Jeff, ayah gak bisa jemput kamu di bandara, karena Ayah juga baru aja pulang ini"
Jeffry mengangguk. "Nggak papa kok, yah. Yang penting aku udah slamet sampe sini"
"Ya udah. Barang-barang kamu udah semua kan?" Tanya Bundanya.
"Oh, udah Bun" kata Jeffry, lalu membayar ongkos taksi kepada si sopir. "Makasih ya Pak"
"Iya mas. Sama-sama. Saya permisi"
Lalu sopir taksi tersebut masuk ke mobil, menyalakan mesin mobil, lalu melajukan mobilnya menjauhi kawasan rumah Jevan.
"Ya udah. Yuk masuk dulu, kamu pasti capek kan?" Bunda mengajak demikian.
"Iya bun"
Lalu keempat orang itu masuk ke dalam rumah, diiringi suara adzan maghrib yang mulai menggema dimana-mana. Dengan keadaan begitu, Jevan bahkan masih sempat bertanya kepada kakaknya, kira-kira oleh-oleh apa yang dibawakan sang kakak untuknya.
Kini, Jevan tidak akan kesepian lagi. Kakak kesayangannya sudah pulang, dan sehabis ini ada yang bisa ia ajak kerja sama untuk mengerjakan tugas yang sulit, ada yang bisa ia ajak untuk bercanda tawa ketika ayah dan bundanya sedang tidak di rumah.
Ya, kalaupun Jeffry memang belum berniat untuk segera mencari pekerjaan di sini.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus